⚽ Rabu, 12 Agustus 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

Forlán Bukan Rencana Uruguay, Dia Penjaga Kursi Sampai Politik Asosiasi Selesai

🕒 14 Juli 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak · 🤖 Dibantu AI
Forlán Bukan Rencana Uruguay, Dia Penjaga Kursi Sampai Politik Asosiasi Selesai

Uruguay menunjuk Diego Forlan sebagai pelatih interim, dan semua orang menulis kalimat yang sama: legenda pulang ke rumah. Kami akan menulis kalimat yang berbeda, karena detail paling penting dari pengumuman ini terkubur di bagian bawah beritanya: status interim itu ada karena politik internal asosiasi, bukan karena sepak bola.

Faktanya begini. Presiden AUF Ignacio Alonso mengumumkan penunjukan Forlan pada Minggu, 12 Juli 2026, menggantikan Marcelo Bielsa yang mundur setelah Piala Dunia 2026. Uruguay finis ketiga Grup H dengan hanya dua poin tanpa satu pun kemenangan, dua imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde, ditutup kekalahan 0-1 dari Spanyol. Kontrak Bielsa memang berakhir seusai turnamen; ia mengambil tanggung jawab penuh. Forlan akan menangani tim senior hingga Maret 2027 sebelum posisinya dievaluasi, sekaligus tetap merangkap pelatih timnas U-20. Penunjukan sementara ini turut dipengaruhi pemilihan presiden di internal asosiasi, sehingga keputusan jangka panjang sengaja ditunda. Dirangkum dari beIN Sports, Kompas.com, dan Bola.com.

Forlan Bukan Rencana. Dia Penjaga Kursi.

Baca sekali lagi urutan sebabnya: keputusan jangka panjang ditunda karena AUF sedang menuju pemilihan presiden. Artinya Uruguay tidak sedang memilih pelatih, mereka sedang memarkir jabatan itu sampai urusan politiknya beres.

Dan yang diminta memarkirkannya adalah seorang pemenang Golden Ball Piala Dunia 2010, pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah negaranya dengan 36 gol. Dibungkus sebagai penghormatan, ini sebenarnya penggunaan nama besar untuk menutupi kekosongan keputusan. Nama Forlan meredam pertanyaan wartawan yang seharusnya diarahkan ke ruang rapat.

Jam Terbangnya Tipis, dan Tugasnya Berat

Mari jujur soal rapornya sebagai pelatih: 11 laga bersama Penarol, plus satu tempat lagi. Itu bukan bekal untuk menangani tim nasional yang baru saja hancur, apalagi langsung memimpin Kualifikasi Piala Dunia 2030 pada September, Oktober, dan November, sambil merangkap timnas U-20.

Kalau ia berhasil, itu keajaiban yang akan dipuji sebagai kejeniusan. Kalau gagal, ia akan dicatat sebagai legenda yang tak becus melatih, padahal ia diberi jendela sempit, skuad retak, dan mandat yang sejak awal bertuliskan "sementara". Itu bukan kesempatan; itu jebakan berhadiah tepuk tangan.

Yang Sebenarnya Rusak Bukan Bielsa

Mudah menyalahkan El Loco. Beredar laporan soal perpecahan internal dan pendekatan taktiknya yang dinilai terlalu kaku, dengan pressing tinggi khasnya cuma muncul sesekali. Ia mundur, mengambil tanggung jawab, selesai.

Tapi tim yang pulang dari Piala Dunia dengan dua poin tanpa kemenangan, melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde, bukan cuma korban satu pelatih keras kepala. Itu gejala. Mengganti orang di pinggir lapangan lalu menunda keputusan besar sampai pemilihan presiden usai adalah cara paling elegan untuk tidak memperbaiki apa pun.

Penilaian Kami

Kami ingin Forlan berhasil, sungguh. Uruguay tanpa taring adalah kerugian buat sepak bola dunia, dan hanya sedikit orang yang mencintai lambang itu sebesar dia.

Tapi prediksi kami tidak romantis: hasil kualifikasi awal akan pas-pasan, lalu setelah pemilihan asosiasi selesai, nama-nama besar akan mulai dikaitkan, dan Forlan akan berterima kasih atas kesempatan itu sambil kembali ke U-20. Bukan karena ia gagal, melainkan karena sejak menit pertama, pekerjaan itu memang tidak pernah benar-benar diberikan kepadanya.

Ikuti Piala Dunia 2026 dan lihat sejarah juara Piala Dunia di 2Babak. Dirangkum dari beIN Sports, Kompas.com, dan Bola.com.

Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya