⚽ Rabu, 12 Agustus 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Liga Indonesia

Diaspora Absen di Piala AFF Bukan Kabar Pahit, Itu Eksperimen yang Selama Ini Kita Hindari

๐Ÿ•’ 11 Juli 2026 ยท โœ๏ธ Redaksi 2Babak ยท ๐Ÿค– Dibantu AI
Diaspora Absen di Piala AFF Bukan Kabar Pahit, Itu Eksperimen yang Selama Ini Kita Hindari

Semua orang menyebutnya kabar pahit. Kami justru menganggapnya hal paling berguna yang bisa menimpa sepak bola Indonesia tahun ini. Piala AFF tanpa pemain diaspora bukan musibah, itu eksperimen yang selama bertahun-tahun kita hindari, dan sekarang kalender memaksanya terjadi.

Faktanya begini. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan Piala AFF 2026 tidak masuk kalender resmi FIFA Matchday, sehingga klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemainnya. Sejumlah pilar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Mees Hilgers, Ole Romeny, Maarten Paes, hingga Marselino Ferdinan terancam absen kecuali klub mereka memberi izin secara sukarela, meski Erick menyebut mungkin satu-dua tetap bisa bergabung. Di sisi lain, PSSI dan operator liga sepakat memundurkan kick-off Super League ke September demi memprioritaskan tim nasional, sehingga klub domestik tak punya alasan menolak pemanggilan. John Herdman kini meracik tim berbasis talenta lokal. Dirangkum dari Kompas.com, VIVA, dan Bola.com.

Ini Bukan Musibah. Ini Jadwal.

Mari jujur soal satu hal: bahwa AFF bukan FIFA Matchday itu bukan kejutan. Sudah begitu bertahun-tahun. Tidak ada yang menyabotase kita, tidak ada yang berubah mendadak. Menyebutnya "kabar pahit" berarti berpura-pura bahwa kita baru mengetahuinya kemarin.

Jadi kalau ada yang layak dievaluasi, itu bukan keputusan klub-klub Eropa, mereka cuma menjalankan hak yang memang mereka punya. Yang layak dievaluasi adalah kebiasaan kita menyusun harapan di atas ketersediaan orang yang tidak wajib datang.

Justru di Sinilah Kita Akhirnya Dapat Jawaban

Selama bertahun-tahun perdebatan sepak bola kita berputar di tempat yang sama: naturalisasi versus pembinaan lokal. Semua orang punya pendapat, tidak ada yang punya bukti, karena kedua variabel itu selalu bercampur di lapangan.

Turnamen ini menghapus salah satu variabelnya. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, kita akan melihat apa yang sebenarnya kita punya, tanpa bantalan, tanpa alibi. Dan apa pun hasilnya, itu informasi yang jauh lebih berharga daripada satu trofi yang dimenangkan dengan skuad yang tidak bisa kita hadirkan lagi bulan depan.

Kalau Herdman bisa membawa tim berbasis pemain lokal melewati Grup A, itu bukti pembinaan kita berjalan. Kalau tidak bisa, itu diagnosis, bukan aib. Diagnosis adalah hal yang kita butuhkan, dan selama ini justru itu yang paling kita hindari.

Satu Hal yang Patut Dipuji

Keputusan memundurkan kick-off Super League ke September pantas disebut. Itu langkah yang jarang diambil di negara mana pun: liga mengalah demi timnas. Artinya, alasan klasik "klub tidak melepas pemain" resmi hilang untuk pemain domestik. Tidak ada lagi tempat bersembunyi, dan bagus begitu.

Penilaian Kami

Kami tidak akan pura-pura ini menyenangkan. Kehilangan Idzes, Diks, Hilgers, dan Romeny sekaligus jelas menurunkan langit-langit tim. Prediksi kami: Indonesia lolos dari Grup A tetap masuk akal, tapi jaraknya dengan Vietnam akan terasa jauh lebih jujur daripada biasanya.

Dan "jujur" itu justru poinnya. Skor yang jujur lebih berguna daripada trofi yang meminjam. Seperti yang kami tulis soal kabar dari TC Bali, ukurannya bukan suasana kamp, ukurannya bagaimana tim ini berdiri saat tidak ada yang menopang.

Pantau sepak bola Indonesia dan jadwal & hasil di 2Babak. Dirangkum dari Kompas.com, VIVA, dan Bola.com.

Reaksimu:

๐Ÿ’ฌ Komentar (0)

โ† Kembali ke daftar berita

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Berita Laga Indonesia Lainnya

Berita Lainnya