⚽ Rabu, 12 Agustus 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

FIFA Menjual Rumput yang Dikeluhkan Pemainnya Sendiri, Lalu Menyebutnya “Sejarah”

🕒 16 Juli 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak · 🤖 Dibantu AI
FIFA Menjual Rumput yang Dikeluhkan Pemainnya Sendiri, Lalu Menyebutnya “Sejarah”

FIFA baru saja menemukan cara memonetisasi sebuah keluhan. Rumput MetLife Stadium, permukaan yang sempat dikritik pemain dan pelatih di turnamen ini, akan dipotong, diawetkan dalam blok akrilik, dilabeli "sepotong sejarah", lalu dijual sampai puluhan juta rupiah. Itu bukan suvenir. Itu pameran keberanian komersial.

Faktanya singkat. Piala Dunia 2026 meluncurkan koleksi Piece of the Pitch: potongan rumput asli lapangan final dari MetLife Stadium, diawetkan permanen dalam akrilik, ditemani USB berisi video autentikasi. Ada empat kategori, Foundation, Stadium, Legacy, dan Hero Edition, dibanderol mulai sekitar Rp8,1 juta hingga Rp54 juta. Tiap kategori dibatasi 2.026 unit menyesuaikan tahun turnamen; bila ludes, penjualannya diperkirakan menembus 11,2 juta dollar AS atau sekitar Rp222 miliar. Penggarapnya perusahaan Inggris Keep Stub, dan pengiriman baru dilakukan setelah final 19 Juli 2026. Dirangkum dari laporan Kompas.com, Media Indonesia, Batam Pos, dan RRI.

Ironinya Justru Ada pada Produknya

Ini bagian yang membuat kami tak bisa menganggapnya sekadar lucu. Rumput itu bermasalah. Pengelola MetLife harus mengganti permukaan sintetis andalan NFL dengan rumput alami demi memenuhi regulasi FIFA, dan transisinya tidak mulus, sejumlah pemain serta pelatih sempat melayangkan kritik.

Jadi logikanya begini: permukaan yang dikeluhkan para pesepak bola terbaik dunia akan dibungkus akrilik dan dijual kepada penggemar sebagai artefak kebanggaan. Yang dijual bukan kenangan, yang dijual adalah benda bukti dari sebuah masalah, dengan harga setara motor bekas.

Kelangkaan yang Dibuat-buat

Angka 2.026 unit terdengar eksklusif, dan memang dirancang supaya terdengar begitu. Tapi kelangkaan di sini bukan kelangkaan alami, lapangan sepak bola itu luas, dan jumlahnya ditentukan oleh siapa pun yang memegang gunting. FIFA tidak menemukan barang langka; FIFA memutuskan sesuatu menjadi langka, lalu memberinya sertifikat. Itu keahlian yang berbeda, dan jauh lebih menguntungkan.

Rp222 miliar dari rumput adalah kalimat yang semestinya membuat kita berhenti sejenak. Bukan karena ada aturan yang dilanggar, tidak ada. Tapi karena kalimat itu memberi tahu dengan sangat jujur apa yang Piala Dunia telah menjadi: mesin yang sanggup mengubah nyaris apa pun di dalam stadion menjadi lini produk.

Penilaian Kami

Akan ludes. Itu bagian paling tidak menghibur dari cerita ini. Selalu ada cukup banyak orang yang ingin memiliki secuil dari malam yang tak bisa mereka hadiri, dan FIFA tahu persis hal itu. Prediksi kami untuk edisi berikutnya: jaring gawang, titik penalti, dan, kalau ada yang mau, bangku cadangan.

Kalau kamu memang menginginkan sesuatu dari final, saran kami sederhana: simpan uangnya untuk hadir langsung di stadion berikutnya. Kenangan tidak butuh akrilik. Baca juga stadion tuan rumah Piala Dunia 2026 dan sejarah juara Piala Dunia. Dirangkum dari Kompas.com, Media Indonesia, Batam Pos, dan RRI.

Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya