Simic Pensiun Lewat Update Status, Tanpa Laga Perpisahan. Sepak Bola Kita Tidak Pernah Tahu Cara Berpamitan.
Marko Simic pernah membuat Gelora Bung Karno meledak. Puluhan ribu orang meneriakkan namanya. Dan ketika kariernya berakhir, tidak ada laga perpisahan, tidak ada konferensi pers, tidak ada tepuk tangan. Ia cuma memperbarui status, menyatakan sudah tidak lagi berkarier sebagai pesepak bola. Selesai.
Faktanya begini. Setelah hampir setahun tak terdengar kabarnya, Simic mengonfirmasi peran barunya sebagai agen pemain di Eropa, sekaligus menyatakan dirinya sudah pensiun bermain. Pria kelahiran Pakrac, 23 Januari 1988 ini memulai karier di NK Zagreb sebelum merantau ke Rusia, lalu menjelajah Latvia, Hungaria, Polandia, Slovenia, dan Italia. Petualangan Asia Tenggara-nya dimulai di Vietnam dan Malaysia sebelum akhirnya menjadi top skor legendaris Persija. Dirangkum dari Viva, Goal.com, dan Transfermarkt.
Kita Tidak Pernah Tahu Cara Berpamitan
Inilah yang mengganggu kami, dan ini bukan soal Simic. Ini soal kita.
Sepak bola Indonesia sangat pandai membuat pemain jadi ikon, dan sangat buruk melepas mereka. Simic memberi Persija sebagian malam paling nyaring dalam sejarah klub itu, lalu menghilang dari pemberitaan selama hampir setahun tanpa ada yang benar-benar bertanya ke mana. Kabar pensiunnya bahkan bukan datang dari upacara, melainkan dari pembaruan status.
Di liga yang sehat, pemain seperti ini mendapat laga perpisahan, mikrofon, dan satu malam untuk mendengar namanya diteriakkan terakhir kali. Bukan karena sentimental, tapi karena klub yang menghormati masa lalunya lebih mudah dipercaya soal masa depannya.
Dan Perannya yang Baru Justru yang Kita Butuhkan
Bagian ini nyaris tak ada yang menyorot, padahal paling penting. Lihat lagi perjalanannya: Kroasia, Rusia, Latvia, Hungaria, Polandia, Slovenia, Italia, Vietnam, Malaysia, Indonesia.
Ada berapa orang di dunia yang benar-benar memahami sepak bola Eropa Timur, sepak bola Asia Tenggara, dan ruang ganti Indonesia sekaligus? Sangat sedikit. Simic salah satunya, dan sekarang ia bekerja sebagai agen di Eropa.
Selama bertahun-tahun kita mengeluh tidak punya jembatan ke Eropa, tidak punya orang yang paham dua dunia, tidak punya jalur untuk talenta lokal keluar. Lalu jembatan itu berdiri sendiri, dan kita menulisnya sebagai berita ringan berjudul "ke mana dia sekarang".
Penilaian Kami
Berhenti memperlakukan ini sebagai epilog. Ini pembukaan bab baru yang berpotensi jauh lebih berguna untuk sepak bola Indonesia daripada gol-golnya dulu.
Prediksi kami: dalam dua sampai tiga tahun, nama Simic akan muncul lagi di sini, kali ini di sebelah nama pemain muda Indonesia yang mendarat di klub Eropa yang tidak kita duga. Kalau itu terjadi, kita akan menyebutnya kejutan. Padahal tanda-tandanya sudah ada hari ini, dan kita cuma tidak memperhatikan.
Pantau sepak bola Indonesia dan bursa transfer di 2Babak. Dirangkum dari Viva, Goal.com, dan Transfermarkt.







๐ฌ Komentar (0)