£41 Juta Jadi £7 Juta untuk Pemain 12 Trofi: Pasar Tidak Punya Harga bagi Orang yang Selalu Siap
Manchester City membeli Nathan Ake seharga 41 juta pound. Enam tahun, 12 trofi, dan satu treble kemudian, mereka melepasnya seharga sekitar 7 juta pound. Itu penyusutan 83 persen untuk pemain yang memenangkan hampir segalanya. Dan angka itu memberi tahu kita sesuatu yang tidak nyaman tentang cara pasar menilai manusia.
Faktanya begini. Manchester City mengonfirmasi kepindahan Ake ke raksasa Turki Fenerbahce, dengan nilai awal sekitar 7 juta pound menurut ESPN, setelah menebusnya dari Bournemouth seharga 41 juta pound pada 2020. Di Etihad ia mengoleksi 12 gelar mayor: empat titel Liga Inggris, satu Liga Champions, dua Piala FA, dan dua Piala Liga, termasuk Treble musim 2022/2023. Di Turki ia akan reuni dengan mantan kiper City, Ederson. Fenerbahce finis kedua Super Lig musim lalu, tertinggal tiga poin dari Galatasaray, dan belum juara sejak 2013/2014, puasa gelar terpanjang dalam sejarah klub. Dirangkum dari ESPN, beIN Sports, dan Manchester City.
Pasar Menghargai Starter, Bukan Pemain yang Selalu Siap
Ake adalah jenis pemain yang dipuji setiap pelatih dan tidak pernah dibayar mahal oleh siapa pun. Bek tengah yang bisa main kiri. Bek kiri yang bisa main tengah. Selalu bugar saat dibutuhkan, tidak pernah mengeluh saat tidak dimainkan, tidak pernah membuat berita di luar lapangan.
Bursa transfer tidak punya kolom untuk itu. Ia menghitung menit, gol, usia, dan sisa kontrak. Nilai seorang pemain yang menambal empat posisi berbeda selama enam musim tidak muncul di spreadsheet mana pun, karena kontribusinya berbentuk masalah yang tidak pernah terjadi. Dan hal yang tidak terjadi tidak punya harga.
Jadi 7 juta pound itu bukan penilaian atas Ake. Itu pengakuan bahwa pasar tidak tahu cara menilai orang seperti Ake.
Fenerbahce Tidak Membeli Bek. Mereka Membeli Kebiasaan.
Di sinilah transfernya jadi menarik. Fenerbahce belum juara sejak 2013/2014, puasa terpanjang sepanjang sejarah mereka, dan musim lalu kalah tiga poin dari Galatasaray. Klub seperti itu tidak kekurangan bakat. Yang mereka kekurangan adalah orang yang sudah tahu bagaimana rasanya menyelesaikan musim sebagai juara.
Ake melakukannya empat kali di liga tersulit di dunia. Ia tahu seperti apa bulan Maret ketika kelelahan datang dan jarak tinggal dua poin. Pengetahuan itu tidak bisa dilatih, dan seharga 7 juta pound, itu barang paling murah yang bisa dibeli Fenerbahce musim ini.
Penilaian Kami
City melakukan bisnis yang wajar: pemain 31 tahun, kontrak menipis, ambil apa yang ada. Tidak ada yang salah, dan Ake pun berhak mencari tempat yang memainkannya penuh.
Prediksi kami: Ake akan jadi salah satu rekrutan paling berpengaruh Super Lig musim ini, dan pengaruhnya tidak akan terlihat di statistik. Ia akan muncul dalam bentuk lini belakang yang berhenti panik, dan orang akan menyebutnya "pengalaman" seolah itu sesuatu yang tiba-tiba ada. Padahal itu barang yang dibeli Fenerbahce dengan harga diskon, dari klub yang sudah tidak menghitungnya lagi.
Ikuti bursa transfer dan klasemen Liga Inggris di 2Babak. Dirangkum dari ESPN, beIN Sports, dan Manchester City.





💬 Komentar (0)