⚽ Rabu, 12 Agustus 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

Neymar Melewati Pelé di Rekor yang Paling Tidak Berarti, Pelé Punya Tiga Piala Dunia, Dia Nol

🕒 7 Juli 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak · 🤖 Dibantu AI
Neymar Melewati Pelé di Rekor yang Paling Tidak Berarti, Pelé Punya Tiga Piala Dunia, Dia Nol

Neymar mengakhiri kariernya bersama Brasil sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah mereka: 80 gol dari 130 laga, melewati Pelé yang berhenti di 77. Dan justru itulah rekor yang paling tidak berarti dari seluruh cerita ini, karena Pelé punya tiga Piala Dunia, dan Neymar tidak punya satu pun.

Faktanya singkat. Neymar mengumumkan pensiun dari Timnas Brasil setelah Seleçao tersingkir 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan Erling Haaland memborong dua gol. Pengumuman itu ia sampaikan dengan suara bergetar dan air mata di MetLife Stadium. Kontribusinya di turnamen ini sendiri sangat minim. Dirangkum dari pemberitaan CNBC Indonesia, Media Indonesia, Detik, dan Liputan6.

Angka yang Menang, Warisan yang Kalah

Ada kejam yang aneh dalam statistik. Neymar melewati Pelé dalam satu-satunya kategori yang bisa dihitung, lalu kalah telak dalam satu-satunya kategori yang diingat orang Brasil. Di negara itu, seorang penyerang tidak diukur dari berapa kali ia mencetak gol, melainkan dari berapa kali ia membuat 200 juta orang menangis bahagia di bulan Juli.

Delapan puluh gol adalah pencapaian yang luar biasa dan akan bertahan lama di buku rekor. Tapi buku rekor bukan tempat orang Brasil menyimpan cinta mereka. Mereka menyimpannya di rak trofi. Dan di rak itu, nama Neymar tidak ada.

Kegagalan Ini Tidak Pernah Soal Bakat

Inilah bagian yang membuat kami menolak ikut menghakimi. Terlalu mudah menulis bahwa Neymar menyia-nyiakan kariernya. Menurut kami itu pembacaan yang malas.

Bakatnya tidak pernah jadi masalah; bakat itu nyata, dan pada puncaknya ia salah satu pesepak bola paling menyenangkan yang pernah ditonton generasi ini. Yang menghancurkannya adalah kombinasi paling sadis dalam olahraga: tubuh yang terus berkhianat pada waktu yang paling salah, dan sebuah negara yang tidak pernah mengizinkannya menjadi sekadar pemain bagus, ia harus menjadi pewaris. Diminta mewarisi Pelé adalah pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan siapa pun, dan Neymar menerimanya di usia belasan.

Dan Akhirnya Datang dengan Cara Paling Pahit

Tampil minim di turnamen terakhirnya, lalu menonton timnya dijegal Haaland, simbol dari era baru yang sudah tak menunggu izinnya. Air mata di MetLife itu bukan air mata pemain yang kalah satu pertandingan. Itu air mata seseorang yang baru sadar bahwa pintu yang selama dua dekade selalu terbuka untuknya, malam itu ditutup untuk selamanya.

Penilaian Kami

Kami menolak menyebutnya gagal, dan kami juga menolak berpura-pura bahwa ia berhasil. Neymar adalah pemain terhebat Brasil yang tidak pernah menjadi legenda Brasil, dan dua kalimat itu bisa benar sekaligus. Suatu hari nanti, ketika perdebatannya sudah dingin, orang akan menonton ulang cuplikannya dan bingung kenapa kita begitu keras padanya.

Sementara itu, rak trofi Brasil masih berisi lima bintang, dan tidak satu pun ia sentuh. Itu kalimat yang akan mengikutinya seumur hidup, adil atau tidak.

Lihat daftar juara Piala Dunia sepanjang sejarah dan ikuti Piala Dunia 2026 di 2Babak. Dirangkum dari CNBC Indonesia, Media Indonesia, Detik, dan Liputan6.

Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya